LURAH DURI PULO: PARKIR LIAR DI DEPAN ROXY MAS AKAN DITERTIBKAN

By redaksi
On 23/03/2013 At 1:19 AM

Category : BERITA REGIONAL

Responses : Comments are off for this post

Jakarta, politisiindonesia.co

Parkir liar di depan Roxy Mas yang masuk wilayah Kelurahan Duri Pulo dan Kel. Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat akan segera ditertibkan dan rencananya parkir sepeda motor di depan Roxy Mas tersebut akan ditempatkan tepat di bawah fly over Roxy Mas. Demikian dikatakan Lurah Duri Ferry Abdillah Kadir. SE kepada media politisiindonesia.co, Jumat (22/3-2013) di ruang kerjanya.

PARKIR LIAR DI DEPAN ROXY MAS (Foto: sb/politisiindonesia.co)

Menurut Lurah Duri Pulo, penempatan parkir motor di bawah fly over Roxy Mas sudah dibahas oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dan pihak terkait lainnya. Jika parkir motor ditempatkan di bawah fly over Roxy Mas, katanya, maka rencananya taman di bawah fly over akan dibongkar terlebih dahulu. ‘’Daripada taman tersebut terbengkelai dan dijadikan tempat mangkal anak-anak punk rock lebih baik dijadikan tempat parkir resmi saja,’’kata Ferry pula.

Diakui Ferry, keberadaan pakir liar motor di depan Roxy Mas memang sangat mengganggu pengguna jalan raya KH.Hasyim Ashari. Selain itu, parkir liar di depan Roxy Mas memang banyak pihak yang berkepentingan, termasuk ormas-ormas tertentu dan para preman. Oleh karenanya, kata Lurah Duri, jika parkir di depan Roxy Mas dikelola secara resmi, maka nantinya di bawah fly over Roxy Mas tidak ada lagi parkir liar yang menyita badan jalan. ‘’Rencananya, di bawah fly over tersebut akan dipagar, sehingga hanya ada satu pintu buat masuk dan keluar parkir motor,’’paparnya.

Seperti diberitakan media ini, sejumlah pihak diduga mendapat jatah uang dari pihak pemegang lapak parkir liar di bawah fly over depan Roxy Mas, Jakarta Pusat. Uang yang mengalir deras dari parkir liar tersebut diduga diterima oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Walikota Jakpus, Polsek Jatibaru, ormas, para preman, dll.
Menurut seorang tukang parkir liar di depan Roxy Mas kepada media politisiindonesia.co baru-baru ini, setiap hari ada petugas dari Dishub yang meminta jatah kepada tukang parkir liar di depan Roxy Mas. Ia tidak bersedia menyebut jumlah uang yang diberikan kepada oknum Dishub tersebut. Yang jelas, katanya, uang tersebut jumlahnya cukup besar.

Seperti diberitakan media ini, nasib Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sungguh malang, karena guna membenahi Ibukota Jakarta ternyata beliau tidak didukung oleh bawahannya yang jujur dan mau mengubah kondisi Ibukota yang semrawut. Anak buah sang Gubernur DKI , ternyata tidak segan-segan menipu Jokowi dengan memberi data-data tidak akurat yang diberikan kepada Jokowi yang berpenampilan sederhana itu.

Akibatnya, Jakarta tidak banyak mengalami perubahan drastis akibat ulah bawahan Jokowi yang ‘’nakal’’ dan berusaha menutup-nutupi kondisi Ibukota yang semakin semrawut saat ini. Sebagai contoh, baru-baru ini Jokowi memaparkan foto PKL (Pedagang Kaki Lima) di wilayah Roxy. Padahal, kondisi sebenarnya di wilayah Roxy yang sangat semrawut saat ini, selain PKL yang merajalela, juga terdapat masalah kronis, yakni: parkir liar di bawah fly over depan Roxy Mas–Jakpus, sehingga kondisi kumuh dan semrawut selama bertahun-tahun di wilayah itu seringkali menimbulkan kemacetan serius. Hal itu dikarenakan, parkir liar di bawah fly over menyita badan jalan, sehingga di daerah itu sering terjadi kemacetan dan rawat kejahatan.

Diduga kuat, ketika Jokowi melintas di kawasan Roxy menuju Grogol Jakarta Barat, sang supir gubernur menggunakan jalan fly over depan Roxy Mas, sehingga Jokowi tidak merasakan terjadi kemacetan di wilayah Roxy Mas. Padahal, jika sang Gubernur DKI menggunakan jalan biasa di depan gedung ITC Roxy Mas, maka Jokowi akan merasakan betapa semrawutnya daerah Roxy, sebab di depan Roxy Mas terdapat parkir liar yang dibiarkan saja oleh pihak Walikota Jakpus beserta Wakil Walikota Jakpus yang tidak mampu membenahi wilayahnya.

Menurut sumber media ini, selain oknum Dishub yang membiarkan ‘’parkir’’ liar ribuan motor, ternyata praktek parkir liar yang diduga hasil dari parkir itu tidak masuk ke kas Pemprov DKI juga didukung oleh pihak oknum polisi dari Polsek Jatibaru yang juga beroleh jatah dari parkir liar. Selain itu, organisasi massa (ormas) tertentu juga beroleh jatah dari parkir liar, termasuk sejumlah preman yang menjaga motor parkir di bawah fly over. ‘’Parkir motor di sini, sulit ditertibkan oleh Pemprov DKI, sebab banyak pihak yang menikmati uang dari parkir liar di sini,’’kata juru parkir tersebut yang enggan di sebut namanya.

Menurut juru parkir tersebut, ia beroleh jatah honor setiap hari Rp 150.000 dari parkir liar di bawah fly over Roxy Mas. Setiap hari parkir, katanya, ia dibantu oleh dua rekannya yang beroleh honor sama besar. Setiap hari, tambahnya, ia harus memberi jatah kepada oknum-oknum Dishub, orang Polsek dan pengurus ormas yang datang ke tempat parkir.’’Terkadang, ada juga polisi yang menggunakan mobil patroli yang meminta jatah,’’katanya.(sb/politisiindonesia.co)

Comments are closed.