JURNALISME WARGA

By redaksi • 30/06/2013

 

TROTOAR DI JAKBAR TIDAK BERFUNGSI

Jakarta, politisiindonesia.co

Sejak  wilayah Jakarta Barat dipimpin Walikota Fatahillah, ternyata kondisi di wilayah ini tidak menjadi lebih baik, karena di berbagai sudut kota Jakarta Barat, ternyata trotoar  buat pejalan kaki tidak  berfungsi  seperti yang diharapkan warga Ibukota.  Trotoar  buat pejalan kaki  di depan Rumah Sakit Sumber Waras sudah begitu lama dikuasai  para pedagang kaki lima, sehingga trotoar tersebut benar-benar menghambat  para pejalan kaki melintas di trotoar.

Selain itu,  trotoar di depan Universitas Trisakti,  tempat Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahya Purnama (Ahok) menimba ilmu, ternyata banyak disesaki pula para pedagang kaki lima, sehingga warga yang melintas di trotoar demikian sumpeknya,  sebab mereka  harus  bersusah paya melintas di trotoar yang merupakan hak bagi pejalan kaki.

Yang menyedihkan, di bawah fly over  Grogol/samping Halte Bus Way, Jakarta Barat banyak  tunawisma tidur beralaskan karton bekas, sehingga kondisi itu membuat Jakarta semakin sumpek. Sungguh aneh, jika Walikota Jakbar tidak bisa menertibkan  wilayahnya. Jika Walikota Jakarta Barat tidak bisa menertibkan wilayahnya yang semrawut, sebaiknya Gubernur DKI Jokowi mengganti saja Walikota Jakbar dengan pejabat yang  mampu membenahi kota Jakarta Barat.

Di dekat  Mall Citraland juga banyak pedagang kaki lima yang menguasai  trotoar  buat pejalan kaki. Kondisi pedagang kaki lima di trotoar saat waktu malam di depan  Citraland membuat kota Jakarta demikian kumuh dan tidak tertib.  Semua itu, sama sekali tidak bisa ditertibkan pihak Walikota Jakarta Barat dan aparatnya (Satpol PP)  yang terkadang membiarkan saja  para pedangang kaki lima di trotoar.(Anto) 

 Catatan:

 Bagi Anda yang berminat mengisi kolom Jurnalisme Warga dapat mengirim laporan/tulisan anda ke email: redaksipolitisiindonesia@gmail.com.  Cantumkan alamat dan HP yang mudah dihubungi redaksi politisiindonesia.co. Pihak redaksi berhak mengedit tulisan/laporan/berita yang dikirim ke media online politisiindonesia.co

 

 

Add your comment