SAMAD BAKAL DITAHAN POLDA SULSELBAR PADA ‘’JUMAT KERAMAT’’

By redaksi
On 20/02/2015 At 09:01

Category : FOKUS

Responses : Comments are off for this post

 Jakarta, politisiindonesia.co

Sungguh malang nasib  Ketua KPK Non aktif Abraham Samad yang tengah dilanda fitnah luar biasa! Nasib Samad tak berbeda dengan  pacar penyanyi dangdut Zazkia Gotik yang   melakukan pemalsuan surat, kemudian dia ditangkap dan kini meringkuk dipenjara.  Samad yang diperiksa ‘’Jumat Kramat’’  (20/2/2015)  oleh Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) diperkirakan bila datang bersama para pengacaranya hari ini bakal ditahan penyidik.

Alasan penahanan terhadap  Samad, karena ancaman hukuman terhadap dirinya lebih dari lima tahun, sehingga sesuai KUHAP, penyidik berhak  menahannya. Samad dijerat Pasal 263, 264, 266 KUHP dan Pasal 93 Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah dilakukan perubahan pada UU nomor 24 Tahun 2013 dengan ancaman hukumannya maksimal delapan tahun penjara.

Seperti diberitakan,  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Abraham Samad pada hari  ini bakal diperiksa Polda Sulselbar.  Namun hingga kini, penyidik belum mendapat kepastian terkait kehadiran yang bersangkutan. “Informasi dari penyidik sampai saat ini belum ada informasi dari  Abraham Samad,  maupun dari penasihat hukum,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulselbar, Komisaris Besar Polisi Endi Sutendi  seperti dikutip TVOne, Kamis, (19/2/  2015).

Meskipun demikian, Endi memastikan Polda Sulselbar siap memeriksa Samad. Mereka akan menunggu kehadiran Samad.”Penyidik  yang memeriksa beliau sudah disiapkan,” ujarnya.

Apabila Samad berhalangan hadir, kata Endi, penasihat hukum Samad yang menemui penyidik tentu menyampaikan alasannya. Apakah ada halangan atau suatu kendala. “Itu jadi pertimbangan penyidik  melakukan proses pemeriksaan beliau selanjutnya. Tergantung pemeriksaan , kalau datang Insya Allah lancar,” ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya sejumlah elemen masyarakat yang turun mengawal Samad, Endi mengimbau mereka menghormati proses hukum. Dia menegaskan pengusutan kasus Samad adalah suatu penegakan hukum yang biasa dan wajar, sehingga tidak perlu dianggap berlebihan.

“Jika ada yang datang kita lihat siapa yang datang dan sesuai dengan ketentuan. Kalau mereka pendamping beliau, tentunya saya rasa beliau memahami prose hukum yang berlaku,” tuturnya.

Seperti diketahui, Abraham Samad sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulselbar pada Selasa, 17 Februari 2015. Samad diduga memalsukan dokumen milik seorang wanita bernama Feriyani Lim (28 tahun). Dokumen itu berupa Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan Paspor. Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan Samad terjadi pada 2007 lalu.(sb)

Comments are closed.